Konsep
Dasar IPS
Tugas
Narasi
Sejarah
Perkembangan IPS Di Dunia dan Di Indonesia
OLEH:
Nama : I Komang
Eri Karisma
NIM :
1611031058
Jurusan
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas
Pendidikan Ganesha
2016
Ilmu
Pengetahuan Sosisal (IPS) adalah terjemahan dari Social Studies.IPS merupakan program pendidikan yang
mengintegrasikan konsep-konsep ilmu sosial dan humanihora untuk membimbing
kehidupan warga negara agar menjadi warganegara yang baik. Didalam perjalanannya
IPS sudah mengalami beberapa perkembangan diantaranya di dunia sampai ke
Indonesia.
A. SEJARAH
PERKEMBANGAN IPS DI DUNIA SECARA UMUM
IPS
dengan istilah Social Studies pertama kali digunakan dalam kurikulum sekolah
Rugby yang berlokasi di Inggris pada tahun 1827. Dr. Thomas Arnold yang
merupakan direktur di sekolah tersebut adalah orang pertama yang berjasa karena
telah memasukkan IPS ( Social Studies ) ke dalam kurikulum sekolah. Adapun
latarbelakang dimasukkannya IPS kedalam kurikulum pada masa itu karena kondisi
masyarakat di Inggris pada masa itu telah mengalami kekacauan akibat dari
Revolusi industri yang melanda Inggris pada masa itu. Mereka menganggap
revolusi industri yang terjadi pada saat itu menimbulkan masalah besar bagi
kaum buruh di inggris.
Kaum
kapitalitas dan pemerintah pada saat itu kurang memperhatikan nasib masyarakat kecil terutama kaum buruh yang
mengakibatkan terjadinya penindasan dan pemerasan. Selain itu di Inggris juga
terjadi persaingan antara para buruh yang menyebabkan kaum buruh menjadi sangat
menderita. Atas dasar hal tersebutlah Dr. Thomas Arnold memasukkan IPS kedalam
kurikulum sekolahnya. Hal tersebut
kemudian ditiru oleh sekolah-sekolah lainnya dan sekaligus menjadi awal perkembangan
IPS sebagai mata pelajaran di sekolah.
Berbeda
dengan di Inggis latar belakang munculnya IPS di Amerika serikat disebabkan
oleh Perang Budak atau perang Saudara yang terjadi antara penduduk Amerika
utara dan Amerika selatan pada tahun 1861-1865
. Sebagai respon atas peristiwa yang terjadi di masyarakat tersebut,
Para ahli kemasyarakatan Amerika Serikat mencari upaya untuk membantu proses
pembentukan masyarakat Amerika Serikat dan menghentikan perang saudara tersebut
antara lain dengan mendirikan sebuah lembaga yang
diberinama NCSS (the national council for the social studies).
Didirikannya lembaga tersebut bertujuan juga
untuk mengembangkan
IPS sebagai jawaban atas situasi sosial yang terjadi di negara tersebut.
Kemudian IPS dimasukkan ke kurikulum sekolah yang dipelopori oleh sekolah-sekolah
di bagian Wisconsin sejak 1892. Setelah di pelajari secara terus menerus
kemudian pada tahun 1916 Panitia nasional pendidikan Amerika Serikat menyetujui
pengembangan dan pemasukan IPS kedalam kurikulum sekolah.
B.
SEJARAH PERKEMBANGAN IPS DI INDONESIA
Latar belakang dimasukkannya bidang studi IPS ke
dalam kurikulum sekolah di Indonesia juga hampir sama dengan di beberapa negara
lain, diantaranya situasi kacau dan pertentangan politik bangsa, kondisi
keragaman budaya bangsa (multicultural) yang sangat rentan terjadinya
konflik. Sehingga, sebagai akibat konflik dan situasi nasional bangsa yang
tidak stabil, terlebih adanya pemberontakan G30S/PKI dan berbagai masalah
nasional lainnya di pandang perlu memasukkan program pendidikan sebagai
propaganda dan penanaman nilai-nilai sosial budaya masyarakat, berbangsa dan
bernegara ke dalam kurikulum sekolah.
Oleh karenanya, dalam beberapa pertemuan ilmiah
dibahas istilah IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) sebagai program pendidikan
tingkat sekolah di Indonesia, dan pertama kali muncul dalam Seminar Nasional
tentang Civic Education pada tahun 1972 di Tawangmangu Solo, Jawa Tengah. Dalam laporan seminar
tersebut, muncul 3 istilah, yaitu:
- Pengetahuan Sosial
- Studi Sosial
- Ilmu Pengetahuan Sosial
Konsep IPS untuk pertama kalinya masuk ke dunia
pendidikan di Indonesia pada tahun 1972-1973 yang dimuat dalam
Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PSSP) IKIP Bandung. Dengan
berkembangnya IPS dalam dunia pendidikan maka pada tahun 1975 dan 1984 IPS di
masukan kedalam kurikulum pendidikan di Indonesia.
Pada
kurikulum 1975 di nyatakan bahwa IPS adalah paduan sejumlah mata pelajaran Ilmu
Sosial dari batasan pengertian IPS, tampak berbeda definisi IPS dengan
kurikulum sebelumnya. IPS terpadu untuk jenjang SD dan SMP IPS terdiri dari
mata pelajaran geografi,sejarah dan koperasi. Sedangkan untuk SMA, IPS menjadi
suatu jurusan program studi bersama IPA dan Bahasa. Di jenjang SMA IPS
terpisah-pisah mencakup beberapa mata pelajran ilmu sosial,seperti geografi,
sejarah dan ekonomi. Perkembangan IPS terus berlanjut di Indonesia sehingga
dilakukannya revisi pada tahun 1984.. Dalam kulikulum 1984 ini nama IPS hanya
di gunakan untuk menyebutkan nama mata pelajaran pada jenjang pendidikan dasar
MI/SD/ dan MTs/SMP, sama seperti kurikulum 1975. Bedanya untuk kurikulum 1984
untuk ips lebih maju dibandingkan dengan tahun 1975.
Pada tahun
1994 mata pelajaran IPS mengalami perubahan yang cukup signifikan. Hal ini
terjadi setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 2/1989 tentang Sistem
Pendidikan Nasional. Sebagai Implikasi dari pelaksanaan UU tersebut muncul
kajian kurikuler yang menggantikan PMP menjadi PPKn dimana mata pelajaran
tersebut wajib di ikuti oleh semua siswa pada semua jenjang.
Karakteristik kurikulum 1994 yakni, untuk jenjang
SD masih tetap menggunakan pendekatan terpadu dan berlaku mulai dari kelas III
s/d kelas VI sedangkan untuk kelas I dan II tidak secara eksplisit
IPS sebagai
mata pelajaran yang berdiri sendiri. Pada jenjang SMP tidak mengalami perubahan
sedangkan pada jenjang SMA menggunakan pendekatan terpisah-pisah atas mata
pelajaran sejarah nasional dan sejarah umum untuk kelas I dan II, ekonomi dan
Geografi untuk kelas I dan II, sosiologi kelas II, sejarah budaya untuk kelas
III program bahasa sedangkan ekonomi, sosiologi, tata negara, dan antropologi
untuk kels III program IPS.
Memasuki
Abad 21 yang ditandai oleh perubahan mendasar dalam segala aspek kehidupan
khususnya perubahan dalam bidang politik,hukum dan kondisi ekonomi telah
menimbulkan perubahan yang sangat signifikan dalam sistem pendidikan di
Indonesia. Pada saat itu pula digulirkan gagasan Kurikulum Berbasis
Kompetensi yang sempat mendapat tanggapan pro dan kontra tetapi
nama KBK sangat populer karena gemanya bukan hanya terjadi di jenjang sekolah
melainkan hingga ke berbagai jenjang dan jenis pendidikan bahkan sampai
perguruan tinggi.
Pada tahun 2003 disahkan Undang-undang Nomor
20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam pasal 37 UU Sisdiknas
di kemukakan bahwa mata pelajaran IPS merupakan muatan wajib yang harus ada
dalam kurikulum mendasar dan menengah.
Namun,
setelah disahkannya UU No.20/2003 yang di ikuti oelh adanya Peraturan
Pemerintah Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang
mengamanatkan perlu adanya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) maka
pengembangan kurikulum mata pelajran sekolah umumnya dan khususnya untuk mata
pelajaran IPS mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
(Permendiknas) Nomor 22 tentang Standar Isi dan Nomor 23 tentang Standar
Kompetensi Lulusan (SKL) dengan panduan KTSP yang di keluarkan oleh Badan
Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Pada
kurikulum 2006 (KTSP) IPS masih berlaku seperti kurikulum-kurikulum sebelumnya
dimana pada praktek pengajarannya masih terpisah-pisah dan guru yang
mengajarkan IPS juga berbeda-beda sesuai mata pelajaran yang di bawah naungan
IPS. Pada kurikulum 2013 di upayakan IPS tidak terpisah-pisah lagi dan
pengajarnya sesuai dengan latar belakang pendidikan yang sesuai pula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar