Sabtu, 01 Oktober 2016

Sejarah Perkembangan Ips Materi Konsep Dasar IPS PGSD



Konsep Dasar IPS
Tugas Narasi
Sejarah Perkembangan IPS Di Dunia dan Di Indonesia



logo undiksha warna.png 





OLEH:

Nama                                      : I Komang Eri Karisma
NIM                                        : 1611031058
Kelas/Semester                      : A/I






 







Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Pendidikan Ganesha
2016
Ilmu Pengetahuan Sosisal (IPS) adalah terjemahan dari Social Studies.IPS merupakan program pendidikan yang mengintegrasikan konsep-konsep ilmu sosial dan humanihora untuk membimbing kehidupan warga negara agar menjadi warganegara yang baik. Didalam perjalanannya IPS sudah mengalami beberapa perkembangan diantaranya di dunia sampai ke Indonesia.
A.    SEJARAH PERKEMBANGAN IPS DI DUNIA SECARA UMUM
IPS dengan istilah Social Studies pertama kali digunakan dalam kurikulum sekolah Rugby yang berlokasi di Inggris pada tahun 1827. Dr. Thomas Arnold yang merupakan direktur di sekolah tersebut adalah orang pertama yang berjasa karena telah memasukkan IPS ( Social Studies ) ke dalam kurikulum sekolah. Adapun latarbelakang dimasukkannya IPS kedalam kurikulum pada masa itu karena kondisi masyarakat di Inggris pada masa itu telah mengalami kekacauan akibat dari Revolusi industri yang melanda Inggris pada masa itu. Mereka menganggap revolusi industri yang terjadi pada saat itu menimbulkan masalah besar bagi kaum buruh di inggris.
Kaum kapitalitas dan pemerintah pada saat itu kurang memperhatikan nasib  masyarakat kecil terutama kaum buruh yang mengakibatkan terjadinya penindasan dan pemerasan. Selain itu di Inggris juga terjadi persaingan antara para buruh yang menyebabkan kaum buruh menjadi sangat menderita. Atas dasar hal tersebutlah Dr. Thomas Arnold memasukkan IPS kedalam kurikulum sekolahnya.  Hal tersebut kemudian ditiru oleh sekolah-sekolah lainnya dan sekaligus menjadi awal perkembangan IPS sebagai mata pelajaran di sekolah.
Berbeda dengan di Inggis latar belakang munculnya IPS di Amerika serikat disebabkan oleh Perang Budak atau perang Saudara yang terjadi antara penduduk Amerika utara dan Amerika selatan pada tahun 1861-1865  . Sebagai respon atas peristiwa yang terjadi di masyarakat tersebut, Para ahli kemasyarakatan Amerika Serikat mencari upaya untuk membantu proses pembentukan masyarakat Amerika Serikat dan menghentikan perang saudara tersebut antara lain dengan mendirikan sebuah lembaga yang diberinama NCSS (the national council for the social studies).
Didirikannya lembaga tersebut bertujuan juga untuk mengembangkan IPS sebagai jawaban atas situasi sosial yang terjadi di negara tersebut. Kemudian IPS dimasukkan ke kurikulum sekolah yang dipelopori oleh sekolah-sekolah di bagian Wisconsin sejak 1892. Setelah di pelajari secara terus menerus kemudian pada tahun 1916 Panitia nasional pendidikan Amerika Serikat menyetujui pengembangan dan pemasukan IPS kedalam kurikulum sekolah.
B.     SEJARAH PERKEMBANGAN IPS DI INDONESIA
Latar belakang dimasukkannya bidang studi IPS ke dalam kurikulum sekolah di Indonesia juga hampir sama dengan di beberapa negara lain, diantaranya situasi kacau dan pertentangan politik bangsa, kondisi keragaman budaya bangsa (multicultural) yang sangat rentan terjadinya konflik. Sehingga, sebagai akibat konflik dan situasi nasional bangsa yang tidak stabil, terlebih adanya pemberontakan G30S/PKI dan berbagai masalah nasional lainnya di pandang perlu memasukkan program  pendidikan sebagai propaganda dan penanaman nilai-nilai sosial budaya masyarakat, berbangsa dan bernegara ke dalam kurikulum sekolah.
Oleh karenanya, dalam beberapa pertemuan ilmiah dibahas istilah IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) sebagai program pendidikan tingkat sekolah di Indonesia, dan pertama kali muncul dalam Seminar Nasional tentang Civic Education pada tahun 1972 di Tawangmangu Solo, Jawa Tengah. Dalam laporan seminar tersebut, muncul 3 istilah, yaitu:
  1. Pengetahuan Sosial
  2. Studi Sosial
  3. Ilmu Pengetahuan Sosial
Konsep IPS untuk pertama kalinya masuk ke dunia pendidikan di Indonesia pada tahun 1972-1973 yang dimuat dalam Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PSSP) IKIP Bandung. Dengan berkembangnya IPS dalam dunia pendidikan maka pada tahun 1975 dan 1984 IPS di masukan kedalam kurikulum pendidikan di Indonesia.
Pada kurikulum 1975 di nyatakan bahwa IPS adalah paduan sejumlah mata pelajaran Ilmu Sosial  dari batasan pengertian IPS, tampak berbeda definisi IPS dengan kurikulum sebelumnya. IPS terpadu untuk jenjang SD dan SMP IPS terdiri dari mata pelajaran geografi,sejarah dan koperasi. Sedangkan untuk SMA, IPS menjadi suatu jurusan program studi bersama IPA dan Bahasa. Di jenjang SMA IPS terpisah-pisah mencakup beberapa mata pelajran ilmu sosial,seperti geografi, sejarah dan ekonomi. Perkembangan IPS terus berlanjut di Indonesia sehingga dilakukannya revisi pada tahun 1984.. Dalam kulikulum 1984 ini nama IPS hanya di gunakan untuk menyebutkan nama mata pelajaran pada jenjang pendidikan dasar MI/SD/ dan MTs/SMP, sama seperti kurikulum 1975. Bedanya untuk kurikulum 1984 untuk ips lebih maju dibandingkan dengan tahun 1975.
Pada tahun 1994 mata pelajaran IPS mengalami perubahan yang cukup signifikan. Hal ini terjadi setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sebagai Implikasi dari pelaksanaan UU tersebut muncul kajian kurikuler yang menggantikan PMP menjadi PPKn dimana mata pelajaran tersebut wajib di ikuti oleh semua siswa pada semua jenjang.
 Karakteristik kurikulum 1994 yakni, untuk jenjang SD masih tetap menggunakan pendekatan terpadu dan berlaku mulai dari kelas III s/d kelas VI sedangkan untuk kelas I dan II tidak secara eksplisit
IPS sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri. Pada jenjang SMP tidak mengalami perubahan sedangkan pada jenjang SMA menggunakan pendekatan terpisah-pisah atas mata pelajaran sejarah nasional dan sejarah umum untuk kelas I dan II, ekonomi dan Geografi untuk kelas I dan II, sosiologi kelas II, sejarah budaya untuk kelas III program bahasa sedangkan ekonomi, sosiologi, tata negara, dan antropologi untuk kels III program IPS.
Memasuki Abad 21 yang ditandai oleh perubahan mendasar dalam segala aspek kehidupan khususnya perubahan dalam bidang politik,hukum dan kondisi ekonomi telah menimbulkan perubahan yang sangat signifikan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Pada saat itu pula digulirkan gagasan Kurikulum Berbasis Kompetensi   yang sempat mendapat tanggapan pro dan kontra tetapi nama KBK sangat populer karena gemanya bukan hanya terjadi di jenjang sekolah melainkan hingga ke berbagai jenjang dan jenis pendidikan bahkan sampai perguruan tinggi.
 Pada tahun 2003 disahkan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam pasal 37 UU Sisdiknas di kemukakan bahwa mata pelajaran IPS merupakan muatan wajib yang harus ada dalam kurikulum mendasar dan menengah.
Namun, setelah disahkannya UU No.20/2003 yang di ikuti oelh adanya Peraturan Pemerintah Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang mengamanatkan perlu adanya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) maka pengembangan kurikulum mata pelajran sekolah umumnya dan khususnya untuk mata pelajaran IPS mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  (Permendiknas) Nomor 22 tentang Standar Isi dan Nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dengan panduan KTSP yang di keluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Pada kurikulum 2006 (KTSP) IPS masih berlaku seperti kurikulum-kurikulum sebelumnya dimana pada praktek pengajarannya masih terpisah-pisah dan guru yang mengajarkan IPS juga berbeda-beda sesuai mata pelajaran yang di bawah naungan IPS. Pada kurikulum 2013 di upayakan IPS tidak terpisah-pisah lagi dan pengajarnya sesuai dengan latar belakang pendidikan yang sesuai pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar