Sabtu, 01 Oktober 2016

Keterampilan Dasar Dalam IPS



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal yang sangat peting dalam membangun suatu bangsa,didalam pendidikan terdapat beberapa komponen seperti  Guru, Siswa dan Sarana Prasarana. Salah satu tugas guru adalah  mengajar di kelas, dalam kegiatan mengajarnya guru tidak hanya dituntut untuk dapat menyampaikan materi dengan baik tetapi juga diwajibkan untuk memahami bagaimana cara memberikan pertanyaan yang baik kepada para siswanya.
Keterampilan bertanya merupakan bagian yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Keterampilan bertanya bahkan merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru dan calon guru. Dalam proses belajar mengajar, pertanyaan yang diajukan oleh guru bertujuan agar siswa belajar, yaitu memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir. Untuk itulah didalam makalah ini kami akan menjelaskan tentang bagaimana keterampilan dalam bertanya yang baik .

1.2  Rumusan Masalah
1.2.1        Apakah Yang Dimaksud Keterampilan Bertanya ?
1.2.2        Bagaimanakah Penggunaan Keterampilan Bertanya Dasar ?
1.2.3        Bagaimanakah Komponen-Komponen Bertanya Lanjut ?
1.2.4        Bagaimanakah Keterampilan Bertanya Untuk Mengumpulkan Data ?
1.2.5        Bagaimanakah Keterampilan Memperoleh dan Menganalisis Informasi ?
1.3  Tujuan
Makalah ini disusun dengan tujuan :
1.3.1        Memahami Pengertian Keterampilan Bertanya
1.3.2        Memahami Penggunaan Keterampilan Bertanya Dasar
1.3.3        Memahami Komponen-Komponen Bertanya Lanjut
1.3.4        Memahami Keterampilan Bertanya Untuk Mengumpulkan Data
1.3.5        Memahami Keterampilan Memperoleh dan Menganalisis Informasi
1.3.6         
1.4  Manfaat Penulisan
Penyusunan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi guru, siswa dan mahasiswa.
Bagi guru, makalah ini dapat memberikan informasi atau pemahaman tentang  metode yang efektif untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Bagi siswa, makalah ini dapat digunakan untuk menyesuaikan dalam setiap metode pembelajaran di kelas.
Bagi mahasiswa, makalah ini memberikan informasi tentang keterampilan bertanya dasar sehingga nantinya mahasiswa yang akan menjadi guru dapat memahami tentang metode yang efektif untuk kegiatan belajar mengajar di kelas.






















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Keterampilan Bertanya
            Secara etimologis keterampilan bertanya terdiri dari dua suku kata yaitu “terampil dan tanya”. Menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “terampil” memiliki makna cakap dalam penyelesaian tugas ataupun mampu dan cekatan sedangkan kata “tanya” berarti permintaan keterangan. Dengan demikian, keterampilan bertanya secara sederhana dapat diartikan dengan kecakapan atau kemampuan seseorang dalam meminta keterangan atau penjelasan dari orang lain.
Menurut Marno (2008 : 115) Keterampilan Bertanya adalah suatu pengajaran itu sendiri, sebab pada umumnya guru dalam pengajarannya selalu melibatkan/menggunakan tanya jawab.
Menurut Brown bertanya adalah setiap pernyataan yang mengkaji atau menciptakan ilmu pada diri peserta didik.
           
2.2 Penggunaan Keterampilan Bertanya Dasar
            Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai agar seorang guru dapat mengajukan pertanyaan dengan menggunakan keterampilan bertanya secara tepat. Tujuan tersebut antara lain : membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu pokok bahasan yang dipelajari, memusatkan perhatian siswa terhadap suatu pokok bahasan atau konsep, mendiagnosis kesulitan-kesulitan khusus yang menghambat siswa belajar, mengembangkan cara belajar siswa aktif, memberikan kesempatan kepada siswa untuk memaksimalkan informasi, memperbaiki salah pengertian dan salah pemahaman konsep oleh siswa, mendorong siswa mengemukakan pendapatnya dalam diskusi, menguji dan mengukur hasil belajar siswa (Bolla dan Pah; 1984).
2.2.1    Hal-hal yang perlu diperhatikan
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam keterampilan bertanya dasar antara lain seorang guru harus memperhatikan ketepatan dalam pemakaian bahasa sehingga peserta didik dapat memahami konsep secara logis, serta frekuensi pertanyaan yang tidak terlalu tinggi untuk jarak perluwaktu sebentar. Penggunaan dan pemilihan  kata sebaiknya seefisien mungkin karena pertanyaan yang panjang dan melantur akan sulit untuk ditangkap oleh siswa dan biasanya tidak jelas apa yang menjadi tugas siswa secara khusus. Kadang-kadang dalam menyusun pertanyaan seorang guru harus bisa memberikan kata kunci dari pertanyaan tersebut untuk mengarahkan jawaban siswa. Dengan demikian pernyataan dapat disusun sedemikan rupa sehingga tugas siswa menjadi lebih jelas dan dapat memilih  kata-kata dan menyusun kalimat untuk menjawab pertanyaan dari guru.
Guru menginformasikan ruang lingkup atau acuan permasalahan yang akan didiskusikan. Selama pelajaran berlangsung diusahakan agar siswa menerima informasi yang relevan. Hal tersebut juga mendukung hidupnya diskusi dan interaksi diantara para siswa dan juga dengan guru dan diskusi tetap relevan dengan tujuan yang ditetapkan pada saat pelajaran dimulai.
Ada dua aspek yang dapat diambil dari komponen memfokuskan persoalan ini. Yang pertama adalah ruang lingkup pertanyaan yang luas atau terbuka contohnya : “Apakah pengaruh PBB terhadap Indonesia?” pertanyaan tersebut akan memerlukan jawaban yang luas. Akan lain halnya jika pertanyaan tersebut diubah menjadi : “ Apakah pengaruh PBB terhadap politik luar negeri Indonesia?” Pertanyaan tersebut lebih memfokus kepersoalan khusus sehingga memungkinkan siswa untuk dapat menjawab secara lebih terarah.
Aspek kedua yaitu memfokuskan terhadap jumlah tugas yang harus dilakukan oleh siswa sebagai akibat dari pertanyaan guru. Contoh pertanyaan yang aneka fokus : “ Apakah pengaruh devaluasi terhadap penghasilan petani, pedagang dan pegawai negeri?” Pertanyaan tersebut akan membuat siswa berpikir secara terus menerus dalam waktu yang bersamaan sehingga kurang baik karena proses belajar menjadi berkurang.
Jika siswa gagal menjawab pertanyaan atau jawabannya kurang sempurna atas pertanyaan yang diajukan guru, maka guru perlu melakukan hal-hal sebagai berikut :
1)      Menyusun kembali kata-kata yang ada didalam pertanyaan semula dalam versi yang paralel. Keggalan siswa dalam menjawab pertanyaan umumnya disebabkan karena kegagalan dalam memahami kata-kata delam pertanyaan yang sulit dimengerti.
2)      Menggunakan pertanyaan yang sederhana yang relevan dengan pertanyaan pertama misalnya dengan menunjuk atau menggunakan pengalaman siswa, atau pengetahuan yang ada untuk membantu siswa menafsirkan pertanyaan.
3)      Mereview informasi yang diberikn sebelumnya adakalanya akan membantu siswa dalam menjawab pertanyaan. Kegagalan siswa dalam menjawab dapat dipakai sebagai petunjuk bahwa materi pelajaran yang telah diberikan memiliki tingkat kesulitan yang agak tinggi.
Pemberian tenggang waktu untuk berpikir setelah guru bertanya merupakan faktor yang sangat penting. Memberikan tenggang waktu kepada siswa untuk menjawab pertanyaan minimal lima detik setelah pertanyaan diajukan dan menunggu lima detik setelah siswa menjawab akan menghasilkan beberapa keuntungan, diantaranya siswa yang merespon terhadap jawaban mengeluarkan pendapat bertambah banyak, siswa yang bertanya juga semakin bertambah. Dan dari segi guru, dengan adanya pemberian waktu ini adanya kecenderungan guru untuk menambah variasi dalam bertanya (Rowe: 1974).
Dalam bertanya seorang guru harus memberikan giliran diantara para siswa, jika pertanyaan yang diajukan guru tidak dijawab oleh seorang siswa, maka pertanyaan itu sebaiknya diajukan kepada siswa lainnya. Dengan adanya pemberian giliran untuk menjawab pertanyaan yang sama kepada siswa lainnya akan mengurangi pembicaraan guru yang tidak perlu, serta dapat meningkatkan respon secara langsung dari siswa kepada temannya. Pembagian giliran ini juga dapat membagi dan mendistribusikan perhatian guru kepada seluruh warga kelas agar sebanyak mungkin siswa dapat berpartisipasi.
2.2.2 Kebiasaan-kebiasaan yang perlu dihindari
 Didalam mengajukan pertanyaan ada beberapa hal yang perlu dihindari. Kebiasaan kebiasaan tersebut antara lain :
a)      Mengulangi pertanyaan sendiri. Kebiasaan ini akan menyebabkan siswa tidak memperhatikan pertanyaan guru karena mengharapkan guru mengulang pertanyaannya.
b)      Mengulangi jawaban siswa. Dari sisi hal ini dapat memberi penguatan bagi siswa yang menjawab pertanyaan, akan tetapi dari sisi lain apabila mengulangi jawaban siswa ini menjadi kebiasaan guru, akan menimbulkan hal yang tidak dikehendaki, diantaranya waktu akan terbuang untuk mengulang jawaban yang tidak perlu.
c)      Menjawab pertanyaan sendiri. Kebiasaan ini akan mengakibatkan siswa frustasi atau mungkin mereka tidak mengikuti pelajaran dengan baik.
d)     Pertanyaan yang memancing jawaban serentak.
e)      Pertanyaan ganda. Seorang guru hendaknya menghindari pertanyaan yang menyebabkan jawaban ganda, karena pertanyaan ganda ini dapat mematahkan semangat siswa yang hanya sanggup menjawab satu dari semua tugas itu dan akan menyebabkan partisipasi siswa berkurang.
f)       Menunjuk siapa yang harus menjawab sebelum mengajukan pertanyaan. Harusnya pertanyaan itu disampaikan terlebih dahulu kepada seluruh siswa, kemudian setelah menunggu sejenak barulah menentukan siapa yang harus menjawab.
2.3 Komponen-komponen bertanya lanjut
Sebelum memahami keterampilan bertanya lanjut hendaknya seorang guru memahami keterampilan bertanya dasar terlebih dahulu karena komponen-komponen keterampilan bertanya dasar masih digunakan dalam penerapan keterampilan bertanya lanjut. Adapun komponen-komponen bertanya lanjut adalah : pengubahan tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan, pengaturan urutan pertanyaan, penggunaan pertanyaan pelacak dan peningkatan terjadinya interaksi.
a)      Pengubahan tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan. Pengubahan ini artinya agar seorang guru dalam mengajukan pertanyaan dapat berusaha mengubah tingkat kognitif siswa dalam menjawab suatu pertanyaan dari tingkat yang rendah ke tingkat kognitif yang lebih tinggi. Seperti: tingkat pemahaman, penerapan, analisis, sintesis maupun tingkat evaluasi
b)      Pengaturan urutan pertanyaan. Artinya alam memberikan urutan pertanyaan seorang guru harus memberikannya secara terurut, misalnya : pertama seorang guru mengajukan pertanyaan pemahaman penerapan, analisis, sintesis dan yang terakhir lanjut ke pertanyaan evaluasi. Dan seorang guru hendaknya memberikan waktu yang cukup untuk bisa menjawab pertanyaan yang diajukan.
c)      Penggunaan pertanyaan pelacak. Ada tujuh teknik pertanyaan pelacak yang dapat digunakan oleh seorang guru.
-          Yang pertama yaitu klarifikasi, jika ada salah satu siswa menjawab pertanyaan guru dengan kalimat yang kurang tepat, maka guru memberikan pertanyaan pelacak yang meminta siswa untuk menjelaskan atau dengan kata-kata lain sehingga jawaban siswa menjadi lebih baik atau menyuruh siswa untuk mengulang jawabannya dengan kata yang lebih lugas. Contoh pertanyaan : Dapatkah kamu menjelaskan sekali lagi apa yang kamu maksud?
-          Yang kedua yaitu meminta siswa memberikan alasan, Guru dapat meminta siswa untuk memberikan bukti yang menunjang kebenaran suatu pandangan yang diberikan dalam menjawab pertanyaan. Contoh pertanyaan : Mengapa kamu mengatakan demikian ?
-            Yang ketiga yaitu meminta kesepakatan tanggapan, Guru memberikan kesempatan kepada siswa-siswa lainnya untuk menyatakan persetujuan atau penolakan siswa serta memberikan alasan-alasannya terhadap suatu pandangan yang diungkapkan oleh seorang siswa, dengan maksud agar diperoleh pandangan yang benar dan dapat diterima oleh semua pihak. Contoh pertanyaan : Siapa setuju dengan jawaban itu? Mengapa Siapa setuju dengan jawaban itu? Mengapa?
-          Yang keempat yaitu meminta ketepatan jawaban, Jika jawaban siswa belum tepat guru dapat meminta siswa untuk meninjau kembali jawaban itu agar diperoleh jawaban yang tepat atau guru dapat menggunakan metode pemberian pertanyaan dengan sistem bergilir.
-          Yang kelima yaitu meminta jawaban yang lebih relevan, Mengajukan pertanyaan yang memungkinkan siswa menilai kembali jawabannya atau mengemukakan kembali jawaban yang relevan.
-          Yang keenam yaitu meminta contoh, Jika ada jawaban dari siswa yang kurang jelas maka guru dapat meminta siswa untuk memberikan ilustrasi atau contoh yang konkret.Contoh pertanyaan : Dapatkah kamu memberikan contoh dari jawaban yang telah kamu berikan ?
-            Yang Ketujuh yaitu meminta jawaban yang lebih kompleks, Guru memberikan penjelasan agar jawaban siswa menjadi lebih kompleks dan mampu menemukan ide-ide penting lainnya. Contoh pertanyaan : dapatkah kamu memberikan penjelasan yang lebih luas lagi dari ide yang dikatakan tadi ?
d)     Peningkatan terjadinya interaksi. Ada dua cara guru untuk menghilangkan peranannya sebagai penanya sentral
-          Yang pertama yaitu guru mencegah pertanyaan dijawab langsung oleh seorang siswa tetapi siswa diberi kesempatan singkat untuk mendiskusikan jawabannya untuk didiskusikan.
-          Yang kedua yaitu jika siswa mengajukan pertanyaan, guru tidak segera menjawab pertanyaan dari siswa, tetapi melontarkan kembali pertanyaan tersebut kepada siswa untuk didiskusikan.
2.4 Keterampilan Bertanya Untuk Mengumpulkan Data
Keterampilan bertanya sangat diperlukan dalam mengumpulkan data antara lain melakukan wawancara dan menyusun angket. Berikut ini adalah pemahaman dari teknik pengumpulan data dengan wawancara dan angket.
a)      Wawancara atau interview adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara terhadap responden atau narasumber.
b)      Mengumpulkan data menggunakan angket adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh responden. Responden adalah orang yang memberikan tanggapan atau orang yang menjawab. Untuk menggunakan teknik ini responden harus dari kalangan terpelajar karena harus bisa membaca dan menulis.
c)      Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian. Dokumen dapat dibedakan menjadi dokumen primer dan dokumen sekunder. Dokumen primer adalah dokumen yang ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa. Dokumen dapat dibedakan menjadi dokumen primer dan dokumen sekunder. Dokumen primer adalah dokumen yang ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa. Sedangkan dokumen sekunder adalah jika suatu peristiwa dilaporkan kepada orang lain yang selanjutnya ditulis oleh orang yang menerima informasi tersebut.
2.5 Keterampilan Memperoleh dan Menganalisis Informasi
Kunci utama memperoleh informasi adalah melalui kemampuan berbahasa yang baik. Keterampilan berbahasa lainnya adalah mendengar atau menyimak informasi.
Keterampilan bahasa yang paling menyeluruh adalah pada saat kita harus mengungkapkan pikiran, hasil kerja, laporan kejadian, pekerjaan dan lain sebagainya melalui bentuk laporan lisan maupun laporan tulisan.
Pada umumnya orang suka membaca jika materi yang dibaca itu menarik minat dan perhatiannya. Akan berbeda halnya jika membaca untuk keperluan suatu tugas atau analisis informasi untuk kepentingan riset. Membaca untuk kepentingan pencarian informasi yang objektif untuk kepentingan ilmiah lazimnya memerlukan sumber bahan bacaan  yang relative banyak. Materi yang harus dibaca tersebut akan dicarikan keterkaitan, hubungan, pengaruh, perbandingan dan lain sebagainya antara suatu hal dengan hal-hal lainnya.




















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa kita sebagai calon guru sudah sepatutnya memiliki keterampilan bertanya yang optimal. Karena diantara beberapa profesi yang ada gurulah yang paling sering menggunakan pertanyaan dalam tugas mengajarnya setiap hari.
 Melalui penggunaan pertanyaan yang diberikan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajarnya juga meningkatkan cara berpikir siswa, mempengaruhi secara positif dalam pencapaian hasil belajar siswa, membangun rasa percaya diri dan kemampuan diri siswa dalam proses belajar.

3.2 Saran
Dari uraian diatas, saran yang dapat penulis sampaikan bahwa sebagai calon guru kita tidak hanya belajar bagaimana cara bertanya  yang baik dan benar. Tetapi juga harus memahami bagaimana pengaruh setiap bentuk dan jenis pertanyaan terhadap proses belajar siswa di dalam kelas. Kita juga diharapkan bisa untuk membimbing siswa agar bisa bertanya dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah yang berlaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar